Nyeri Punggung Bawah

Posted on Oktober 10, 2014. Filed under: Fisioterapi |

Definisi  :

Pemeriksaan Penunjang

  1. Neurologik
  • Elektromiografi (EMG) , dilakukan bila dicurigai adanya disfungsi radiks
  • Somatosensory Evoked Potensial (SSEP) , berguna untuk stenosis kanal dan mielopati spinal .
  1. Radiologik
  • Foto Polos , untuk mengesampingkan adanya kelainan tulang
  • Mielografi , Mielo-CT , CT-scan,Magnetic Resonance Imaging (MRI) , untuk mencari penyebab nyeri antara lain tumor , HNP perlengketan .
  1. Laboratorium
  • Laju Endap Darah , darah perifer lengkap , C-reactive protein ,factor rheumatoid ,alkalin fosfatase ,kalsium ( atas indikasi )
  • Urinalisis , untuk penyakit non spesifik seperti infeksi
  • Likuor serebrospinalis ( atas indikasi )

Gejala dan Tanda

Gejala Klinis

Nyeri punggung bawah (NPB) adalah nyeri yang dirasakan didaerah punggung bawah,dapat merupakan nyeri local maupun nyeri radikuler atau keduanya.
Nyeri yang berasal dari daerah punggung bawah dapat menuju ke daerah lain atau sebaliknya ,nyeri yang berasal dari daerah lain dirasakan di daerah punggung bawah ( reffered pain/nyeri yang menjalar ) .
Sekitar 90% NPB akut maupun kronis adalah benigna ( jinak ) , sembuh spontan dalam waktu 4-6 minggu , cenderung berulang dan insidensi sekitar 15-20% .
NPB bisa disebabkan oleh : kelainan muskuloskeletal , sistem saraf , vaskuler , viseral dan psikogenik .

Tanda dan Gejala

  • Cara berjalan pincang,diseret ,kaku ( merupakan indikasi untuk pemeriksaan neurologis )
  • Perilaku penderita apakah konsisten dengan keluhan nyerinya ( kemungkinan kelainan psikiatrik )
  • Nyeri yang timbul hampir pada semua pergerakan daerah lumbal (pinggang ) sehingga penderita berjalan sangat hati-hati ( kemungkinan infeksi, peradangan, tumor atau patah tulang )

Pengobatan

Terapi :

  1. Informasi dan edukasi
  2. Farmakoterapi : obaat penghilang rasa sakit ( pain killer )
  3. Non farmakologik :
  • Pada NPB akut :
  1. Imobilisasi ( lamanya tergantung kasus )
  2. Pengaturan Berat Badan
  3. Posisi Tubuh dan Aktivitas
  4. Modalitas termal ( terapi panas dan dingin )
  5. Masasage dan Traksi ( untuk dislokasi tulang belakang )
  6. Latihan : jalan , naik sepeda , berenang (tergantung kasus)
  7. Alat Bantu ( a.l : korset , tongkat )
  • Invasif non bedah :
    • Blok saraf dengan anestesi local
  • Bedah :
  • Pada HNP setelah pengobatan selama  4 minggu tidak menolong dan adanya defisit neurologis memburuk .

 

 

 

Make a Comment

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

  • Bloger Indonesia

  • Lab. Komputer

    Lab Komputer
  • LOTUS YOGA
  • Omron A good Sense
  • GlucoDr
  • AlatFitnessJakarta
  • Life Fitness
  • Free AVG
  • virus-free-Kaspersky
  • YogaFinder.com

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...

%d blogger menyukai ini: