Demam Tifoid

Posted on April 9, 2011. Filed under: Fisioterapi | Tag:, |

Demam Tifoid atau sering kita sebut Tifus

Tipus adalah demam akibat infeksi berat pada usus yang disebabkan oleh bakteri Salmonella typhi. Demam tifoid ditularkan memalui makanan dan minuman yang terkontaminasi oleh fases dan urin penderita maupun carrier (pembawa). Setelah mengkonsumsi makanan atau minuman yang terkontaminasi bakteri Salmonella typhi, bakteri tersebut akan melewati lambung dan masuk ke usus, dan menyusup ke lapisan-lapisan usus. Masa inkubasi atau selang waktu antara masuknya bakteri sampai timbulnya gejala demam atau gejala lainnya berkisar antara 8 sampai 14 hari.

Terlambat mengobati dan perawatan yang kurang baik dapat menyebabkan komplikasi serius. Gejala penyakit tifus bervariasi dari yang ringan sampai yang berat. Pada minggu pertama, gejala atau keluhan yang timbul umumnya ringan dan tidak spesifik atau menyerupai penyakit infeksi akut pada umumnya seperti demam, sakit kelapa, mual, muntah, nafsu makan berkurang, sakit perut atau diare (pada anak-anak) atau sulit buang air besar (pada orang dewasa), suhu tubuh meningkat terutama pada sore dan malam hari. Karena gejala masih bersifat ringan menyebabkan penderita kurang waspada, sedangkan gejala yang tidak spesifik menyulitkan diagnose.

Memasuki minggu kedua, gejala menjadi lebih nyata dan semakin berat yaitu demam yang tinggi terus-menerus, nafas berbau tak sedap, kulit dan rambut kering, bibir pecah-pecah, lidah ditutupi selaput putih kotor, pembesaran hati dan limpa dan timbul rasa nyeri bila diraba, perut kembung. Anak-anak Nampak sakit beratm disertai gangguan kesadaran dari yang ringan, acuh tak acuh (apatis), sampai berat (koma).

Ada beberapa factor yang mempengaruhi gejala klinis dan keparahan penyakit, diantaranya: rentang waktu antara mulai sakit sampai pengobatan, pilihan antibiotik, usia penderita, pernah sakit/ vaksinasi sebelumnya, virulensi (keganasan) bakteri, jumlah bakteri yang tertelan/ masuk kedalam tubuh. Demam tifoid akut dapat berkembang menjadi penyakit yang berat/ parah dapat menyebabkan komplikasi bila kualitas perawatan medis yang diberikan kurang baik. Sekitar 10% pasien demam tifoid mengalami komplikasi serius berupa pendarahan, kebocoran atau perforasi usus, infeksi selaput usus, peradangan paru dan kelainan otak.

Selama ini ada dua macam pemeriksaan yang umum digunakan untuk diagnosis demam tifoid, yaitu :

1. Pemeriksaan Kultur Gal

Prinsip dari pemeriksaan ini adalah pembiakan bakteri dari sampel darah penderita. Untuk pemeriksaan ini diperlukan sampel dari darah penderita. jumlah sampel darah yang diperlukan cukup banyak yaitu antara 10-12 ml ( untuk anak-anak dan dewasa) atau 2-4 ml ( untuk balita ).

2. Pemeriksaan Widal

Prinsip dari pemeriksaan ini adalah pendektesian antibodi atau respon kekebalan tubuh terhadap antigen Salmonella typhi yaitu bagian dari bakteri Salmonella typhi yang menimbulkan respon kekebalan. Untuk bahan pemeriksaan diperlukan sampel dari darah, diperlukan 2 kali pengambilan darah dengan interval 2-7 hari sehingga tidak praktis dan lama.

“Prodia Smart Living”

Make a Comment

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

  • Bloger Indonesia

  • Lab. Komputer

    Lab Komputer
  • LOTUS YOGA
  • Omron A good Sense
  • GlucoDr
  • AlatFitnessJakarta
  • Life Fitness
  • Free AVG
  • virus-free-Kaspersky
  • YogaFinder.com

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...

%d blogger menyukai ini: